MEMBANGUN ENDURANCE DALAM BEKERJA

Dalam menjalankan profesi, tidak mungkin mulus-mulus saja. Ada kendala, hambatan, hal-hal yang di luar ekspektasi, kesulitan yang terus meningkat kompleksitasnya dan jumlahnya. Sebagian orang mudah menyerah dalam menghadapinya, sebagian lagi bisa kuat menghadapi dan bertumbuh seiring terselesaikannya semua kesulitan itu. Sebagai manajer, tentu kita ingin SDM kita punya daya tahan yang kuat dalam bekerja. Maksud dari daya tahan disini bukan pada lamanya durasi bekerja tapi kemampuan dia bertahan dalam menyelesaikan masalah – masalah dalam pekerjaannya. Ini persoalan mental, bukan persoalan fisik.

Dalam peta quotient manusia, kita sering mengenal IQ, EQ, dan SQ. IQ berbicara pada keputusan – keputusan dan bagaimana mengerjakan pekerjaan, EQ berbicara kematangan emosional dalam menghadapi situasi – situasi apapun dalam pekerjaan dan SQ bicara kebermaknaan dalam bekerja. Ada satu lagi yang dikenal dengan Adversity Quotient. AQ ini berbicara tentang daya tahan seseorang dalam menyelesaikan masalah. Dengan AQ, dapat diketahui seberapa jauh individu tersebut mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan yang dialami sekaligus kemampuannya untuk mengatasi kesulitan tersebut. Juga dapat meramalkan siapa yang akan tampil sebagai pemenang dan siapa yang akan putus asa dalam ketidakberdayaan sebagai pecundang. Selain itu, dapat pula meramalkan siapa yang akan menyerah dan siapa yang akan bertahan saat menghadapi suatu kesulitan.

Namun, tidak semua SDM memiliki AQ yang kuat. Mereka terbentuk oleh pengalaman hidup, wawasan, nilai – nilai yang berbeda sehingga membentuk karakter dan daya tahan kerja yang berbeda. Padahal, dalam dunia kerja,AQ sangat dibutuhkan agar SDM bisa adaptif dalam situasi pekerjaan paling berat sekalipun. Bahkan HRD sekarang menjadikan kriteria AQ menjadi salah satu instrumennya untuk mencari SDM unggul. Berikut beberapa tips bagi manajer untuk meningkatkan AQ para SDM nya :

  1. Memetakan kadar AQ SDM dengan melihat trackrecord kerja, interview ataupun tes psikologi tentang ketahanan kerja
  2. Memberikan tahapan kesulitan pekerjaan secara berkala kepada SDM yang tingkat AQ nya tidak terlalu bagus, dengan begini dia akan naik level pula secara bertahap. Jika perlu, berikan coaching dan solving.
  3. Buatkan KPI (Key Performance Indicator) yang jelas dan ukur proses kerja mereka
  4. Mandirikan mereka dengan cara memberi situasi genting/krisis dan tantang mereka untuk memecahkan masalahnya sendiri
  5. Ajak mereka untuk melakukan outbound training dengan tema – tema games yang dapat menguji ketahanan mereka dalam memecahkan masalah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *