SOFT SKILL WAJIB YANG HARUS DIMILIKI GENERASI Z DI ERA DISRUPSI


Di era perubahan cepat seperti sekarang, para profesional muda harus adaptif. Tidak hanya soal kemampuan/hardskill tapi juga aspek softskill. Apalagi di masa depan, generasi yang akan mendominasi dunia kerja adalah generasi Z. Mengapa softskill menjadi penting untuk generasi Z? Karena dalam salah satu laporan World Economic Forum menyebutkan bahwa 80% skill yang diperlukan tenaga kerja untuk bisa bersaing dalam era revolusi industri 4.0 adalah penguasaan softskill. Sedangkan 12% nya adalah technical skill.

Dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut  kreatifitas dan banyak membutuhkan kolaborasi dalam berbagai pihak, maka generasi Z tidak hanya dituntut untuk memiliki kecerdasan teknologi/artifisial tapi juga kecerdasan interpersonal. Berikut ini adalah skill yang dibutuhkan generasi Z menurut Youth Manual :

  1. Self Awareness

Generasi Z harus menyadari potensi dirinya dan bisa menjadikan pemahaman itu sebagai perencanaan yang matang untuk berkembang dalam usaha/profesi yang mereka ambil nantinya. Jika tidak memiliki pemahaman akan itu, dikhawatirkan mereka hanya akan terombang – ambing dengan gaya hidup yang mengelilingi mereka.

  1. Inovation

Skill ini sangat erat berhubungan dengan kreatifitas. Kreatifitas selalu erat dengan kemampuan mendobrak hal lama dan memodifikasinya menjadi hal baru. Generasi Z harus punya ini karena ini adalah modal dalam bersaing di tengah menjamurnya dunia usaha start up.

  1. Curiosity

Keingintahuan adalah kunci pengembangan diri karena disitulah pribadi kita terus didorong untuk belajar dan tidak cepat puas diri. Jika generasi Z merasa puas dengan apa yang sudah mereka punya, itu justru akan mematikan diri mereka. Membuat mereka menjadi tidak adaptif dengan perkembangan zaman.

  1. Empathy

Kemampuan untuk memahami orang lain penting dimiliki oleh generasi Z karena nantinya mereka juga akan bekerja dan berkolaborasi dengan banyak orang. Dengan kemampuan empati yang baik, membuat mereka mudah menjalin kerjasama, negosiasi dan menjalankan suatu usaha bersama – sama. “Human skill” memang bukan hal yang mudah diasah karena membutuhkan interaksi dengan beragam orang dan open mind dalam melakukannya.

  1. Communication Skill

Kemampuan komunikasi disini terdiri dari komunikasi interpersonal dan komunikasi massa serta komunikasi organisasional. Banyak terjadi kasus konflik di dalam bisnis hanya karena komunikasi yang buruk. Kemampuan komunikasi erat kaitannya juga dengan kemampuan empati. Lebih spesifik lagi, bentuk – bentuk kemampuan komunikasi itu antara lain komunikasi untuk negosiasi, komunikasi untuk merekrut/mengajak kerjasama orang lain, komunikasi informal dengan sesama rekan kerja/atasan, komunikasi presentasi, dan sebagainya.

  1. Information Literacy

Dengan kondisi data yang sangat melimpah dari berbagai media, generasi Z diwajibkan memiliki kemampuan literasi dalam menyerap informasi. Ini penting agar data – data yang sebegitu banyaknya tidak hanya berhenti menjadi sampah dalam otak para generasi Z ini. Perlu menyaring mana yang perlu dan tidak perlu, mana informasi yang benar dan tidak. Jangan sampai dengan banyaknya data justru membuat generasi Z kesulitan dan menghambatnya dalam bekerja.

  1. Collaboration

Kemampuan berkolaborasi erat kaitannya dengan kemampuan pribadi untuk menerima orang lain, menyelaraskan kepentingan, menggerakkan orang – orang yang berbeda latar belakang. Dengan kemampuan ini, generasi Z akan lebih luwes dalam mengembangkan bisnis dan mampu melahirkan inovasi untuk perusahaan agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih luas.

  1. Critical Thinking & Problem Solving

Pola pikir ini harus dimiliki oleh generasi Z. Pola pikir melihat kelemahan menjadi tantangan, mengubah ancaman menjadi peluang, mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Selain itu,pola pikir ini menuntut generasi Z untuk selalu kritis terhadap keadaan. Dengan begitu, generasi Z lebih bisa fleksibel dalam menghadapi gempuran revolusi industri 4.0. Sedangkan problem solving adalah pola pikir solutif,melihat masalah dari sisi lain dan menjadi ide baru, seperti apa yang dilakukan para socioenterpreneurship. Mereka mengubah masalah yang ada di masyarakat menjadi peluang bisnis yang sekaligus bisa menjadi solusi bagi masalah tersebut. Lebih spesifik lagi, kemampuan problem solving disini adalah yang sifatnya  untuk masalah kompleks

  1. Idea Generation

Generasi banyak ide, itu sebutan bagi generasi millenial dan generasi Z. Tapi, orang tidak akan punya banyak ide bila dia tidak banyak data, tidak banyak riset, tidak banyak mengamati, tidak banyak membaca.

  1. Leadership

Kepemimpinan adalah kunci bergeraknya sebuah komunitas, bisnis dan organisasi lainnya. Mulai dari memimpin diri sendiri, memimpin orang lain dan memimpin sebuah organisasi. Generasi Z jika tanpa punya skill leadership, dia hanya bagaikan manusia kaya ide tapi miskin aksi.

Karena melihat pentingnya softskill dalam dunia kerja, CV Cartenz HRD bisa menjadi solusi karena kami bergerak di bidang pembentukan softskill dan character building bagi SDM. Silakan kontak kami jika ingin konsultasi permasalahan SDM atau ingin mengadakan pelatihan softskill SDM di 0315036409/087705504655