KOMUNIKASI EFEKTIF, KERJA TIM JADI KONSTRUKTIF

Dalam sebuah perusahaan, tentu akan ada beberapa tim kerja, seperti misalnya divisi pemasaran, divisi operasional, divisi keuangan dan administrasi dan divisi HRD. Dalam satu tim bisa ada beberapa orang yang bekerja. Dalam satu perusahaan, bisa banyak orang yang terlibat. Seringkali kita melihat atau bahkan mengalami sendiri fenomena seperti pesan yang tidak tersampaikan dengan tepat dari satu divisi ke divisi lainnya, multitafsir pesan, dan sebagainya. Padahal, antar tim pasti ada irisan pekerjaan yang harus dikomunikasikan dengan tepat agar dilakukan dengan tepat. Jangankan antar tim, kadang antar anggota dalam satu divisi juga menjalankan komunikasi yang tidak efektif.

Komunikasi, seperti kita tahu, adalah proses penyampaian pesan antara komunikan kepada komunikator. Prasyarat agar komunikasi bisa efektif adalah semua unsur-unsur dalam komunikasi mulai subyek,obyek, metode, media dan isi pesan dalam kondisi yang baik. Dalam sebuah tim, komunikasi efektif akan mengakselerasikan kinerja jadi lebih efisien. Jika komunikasi tidak efektif terjadi baik di level department maupun antar department juga dengan yang berhubungan secara struktural, maka kinerja akan terhambat dan malah mengarah pada destruktif.

Berikut adalah beberapa cara agar terbangun komunikasi yang efektif dalam tim :

  1. Semua elemen harus memahami visi, misi, program perusahaan dan SOP masing – masing department. Ini untuk kesamaan pandangan agar ketika hendak mengerjakan pekerjaannya, semua karyawan bisa bekerja dalam satu frekuensi.
  2. Membangun hubungan yang baik antar karyawan dan tim kerja. Hubungan itu tidak hanya yang bersifat hubungan profesional melainkan juga hubungan personal. Dengan adanya hubungan yang seimbang antara profesional dan personal, maka akan menciptakan ikatan “chemistry” dan pemahaman yang lebih bagus. Beberapa cara membangun hubungan yang baik antar karyawan adalah dengan melibatkan mereka pada tugas –tugas bersama, mengadakan kegiatan informal bersama
  3. Manfaatkan teknologi. Media chat sekarang sangat variatif, dari Whatsapp, Telegram, dan sebagainya. Ini bisa menjadi media yang dioptimalkan untuk saling sharing,ngobrol dan koordinasi serta memantau kinerja.
  4. Kombinasikan teknologi dengan manual. Ada juga media – media manual yang tepat untuk menunjang agar komunikasi bisa tetap efektif, contohnya : papan saran, worksheet, lembar kontrol/lembar checklist,memo, dan sebagainya. Dengan rajin meng-update isi dari media ini, maka missed communication lebih bisa diminimalisir
  5. Membangun dan menerapkan budaya kerja saling terbuka, yaitu tidak sungkan dalam berdiskusi, bertanya dan berpendapat, bahkan kritik. Ini akan membuat komunikasi tidak tersumbat.
  6. Membiasakan sikap ramah. Dengan sikap ini, orang jadi tidak punya persepsi negatif dulu terhadap kita. Ini akan memudahkan untuk membuka komunikasi dan menyampaikan informasi dengan lebih luwes.

Kadang, ada beberapa hambatan juga dalam komunikasi efektif seperti dari segi karakter subyek/obyek yang terlibat komunikasi. Jika hambatannya dari segi ini, maka beberapa cara yang bisa digunakan sebagai bentuk solusi adalah memediasi, membuat kegiatan bersama seperti outbound training, dan sebagainya.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *