INGIN OPTIMALKAN KINERJA KARYAWAN?BANGUN INTERAKSI POSITIF


Karyawan banyak menghabiskan waktunya dalam sehari di tempat kerja untuk mengerjakan rutinitasnya. Selama 8 jam bahkan ada yang hingga 10 jam di tempat kerja. Bayangkan jika durasi kerja selama itu tidak ditunjang dengan suasana kerja yang buruk? Tentu karyawan tidak akan betah. Mereka setiap hari sudah bergelut dengan pelaksanaan SOP, pemecahan masalah, berpikir ide baru. Mereka sudah capek secara psikologis dan fisik. Jika ditambah suasana kerja yang buruk karena interaksi antar karyawan yang tidak membuat nyaman, tentu memberikan tekanan tersendiri bagi SDM.

sumber : lifestyle.kompas.com

Hasil penelitian Taiwo (2009) menunjukkan bahwa produktivitas kerja karyawan rendah, penyebab utamanya adalah lingkungan kerja yang tidak kondusif. Jika didalami lagi, maka salah satu faktor yang cukup berpengaruh selain hubungan atasan dan bawahan adalah interaksi antar karyawan. Hasil penelitian lainnya yang memperkuat peranan interaksi positif antar karyawan adalah penelitian dari Vemmylia (2009) yang menunjukkan bahwa hubungan interpersonal yang baik antar individu dan antara individu dan kelompok memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

Kenyataannya, pada beberapa perusahaan masih sering mengabaikan aspek ini. Apalagi ketika zaman sekarang semua serba aplikasi, serba online, membuat karyawan lebih individual dan kurang berkomunikasi dari hati ke hati. Ini menyebabkan antar karyawan lebih banyak bermain persepsi dan prasangkanya sendiri daripada mengkomunikasikan. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut – larut, bukan tidak mungkin akan muncul gap dan konflik. Tentu hal seperti ini akan menyita perhatian organisasi dan menurunkan produktivitas.

Jika di perusahaan anda, interaksi karyawan belum terjalin dengan baik, beberapa cara ini bisa dicoba :

  1. Manfaatkan moment istirahat kantor untuk mengadakan kegiatan bersama seperti makan siang bersama. Tidak harus membicarakan masalah pekerjaan, bisa membicarakan kehidupan pribadi, isu – isu yang sedang up to date, dengan begini karyawan akan merasa ada kedekatan satu sama lain.
  2. Mendesain komunikasi virtual yang nyaman untuk saling terbuka. Manfaatkan grup WA untuk menjadi media yang bisa mengakrabkan antar karyawan. Misal dengan mengadakan topik obrolan di tiap akhir pekan.
  3. Libatkan karyawan antar divisi dalam moment diskusi penyelesaian masalah dan dorong mereka untuk berpendapat.

    sumber : duniakaryawan.com

  4. Adakan acara atau kegiatan – kegiatan bersama di luar kantor yang sifatnya bisa mengakrabkan seperti olahraga bersama di akhir pekan, gathering pegawai, outbound bersama, touring bersama
  5. Bangun budaya keterbukaan dengan cara menciptakan situasi yang aman dan bebas untuk mengutarakan keterbukaan atau memahamkan pada pegawai tentang jalur – jalur komunikasi untuk menyatakan saran, kritik, opini terhadap atasan atau pada yang posisinya setara atau yang posisinya di bawah.
  6. Manajer, supervisor atau koordinator tiap divisi bisa membiasakan diri mengajak dialog bawahannya dengan ramah dan mau mendengarkan. Dengan begini, karyawan akan merasa teakomodasi dan akan menularkan kebiasaan baik itu karena atasan juga mencontohkan.

Perusahaan anda mengalami masalah interaksi antar karyawan? Sudah membuat berbagai strategi tapi masih tetap sulit? Konsultasikan pada kami.